
Harga emas cenderung stabil di tengah berkurangnya tekanan inflasi dan utang AS. Setelah mengalami fluktuasi harga yang signifikan selama beberapa waktu terakhir, kini harga emas cenderung mengalami kestabilan.
Beberapa peristiwa yang terjadi selama beberapa waktu terakhir disebabkan karena beragam faktor. Dimana secara keseluruhan disebabkan karena makroekonomi seperti tekanan jual pasar emas, penurunan inflasi, kebijakan The Fed, dan krisis utang AS.
Secara tidak langsung seluruh peristiwa tersebut akhirnya menekan fluktuasi harga emas dan membuat harga emas cenderung stabil. Akan tetapi kondisi seperti tentu saja tidak akan selamanya. Beberapa waktu kedepan harga emas tetap berpotensi mengalami kenaikan harga yang tinggi atau bahkan turun.
Untuk memahami lebih dalam mengenai peristiwa diatas, berikut disajikan poin-poin penting dan artikel lengkap sebagai berikut:
- Pasar emas mengalami tekanan jual setelah data perumahan dirilis, namun kemudian kembali pulih. Sektor perumahan AS memberikan kontribusi yang signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) negara tersebut;
- Penurunan inflasi, dengan CPI AS turun menjadi 3,2% dalam 12 bulan hingga Oktober, menunjukkan bahwa Federal Reserve memiliki ruang untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah;
- Pergerakan harga emas saat ini lebih dipengaruhi oleh makroekonomi, lebih tepatnya kebijakan yang akan diambil oleh Federal Reserve;
- Krisis utang di AS akan menjadi hal yang sangat bullish bagi emas. Besarnya utang AS membuat Federal Reserve tidak mampu menaikkan suku bunga cukup tinggi untuk mengurangi tekanan inflasi jangka panjang.
Baca dan download artikelnya:
Setelah memahami secara mendalam mengenai analisis diatas, berikut disajikan juga data perkembangan harga emas yang bisa dicek disini.