
Harga emas mulai menguat dan terus berupaya mendekati rekor tertingginya didorong oleh spekulasi penurunan suku bunga The Fed setelah data inflasi sesuai ekspektasi. Meski sempat melemah tipis 0,18% ke US$3.766,39 per troy ons pada Senin (29/9/2025), harga emas sebelumnya menguat 0,29%. Kondisi tersebut dikarenakan adanya ekspektasi pemangkasan suku bunga akhir tahun ini. Indeks harga PCE yang naik 2,7% yoy dan potensi kebijakan suku bunga yang lebih longgar. Membuat emas sebagai aset safe haven tetap diminati di tengah ketidakpastian ekonomi.
Pergerakan harga emas mulai menguat ke depannya akan sangat dipengaruhi oleh pernyataan pejabat The Fed, data tenaga kerja AS, serta dinamika geopolitik. Pasar mencermati pidato pejabat The Fed seperti Christopher Waller dan Philip Jefferson yang bisa memberi sinyal arah kebijakan moneter selanjutnya. Jika pasar tenaga kerja melemah, peluang pemangkasan suku bunga meningkat, yang akan mendukung penguatan harga emas. Sebaliknya, jika imbal hasil obligasi atau dollar menguat, harga emas berpotensi terkoreksi ke sekitar US$3.709 per troy ons.
Prospek jangka menengah tetap positif dengan sejumlah lembaga keuangan memperkirakan kenaikan harga emas. Union Bank of Switzerland atau UBS menaikkan target harga menjadi US$3.800 per troy ons pada akhir 2025 dan US$3.900 pada pertengahan 2026, didorong oleh ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter, pelemahan dolar, dan ketegangan geopolitik. Pembelian emas oleh bank sentral juga diproyeksikan tetap kuat, sementara Commerzbank memperkirakan harga mencapai US$3.800 per troy ons pada 2026 seiring pemangkasan suku bunga yang lebih agresif. Namun, risiko tetap ada jika inflasi melonjak dan memaksa The Fed kembali menaikkan suku bunga.
Dengan naiknya harga emas, penting untuk kita mengetahui harga emas setiap harinya. Cek harga emas disini.
Sumber: cnbcindonesia.com