- Di awal tahun 2022, harga emas tercatat di posisi Rp 945.000/gram. Harga sempat turun di akhir Januari namun secara perlahan terus naik di bulan Februari dan mencapai puncaknya di 9 Maret ke level USD 2.067/oz atau Rp 1.036.000/gram rekor tertinggi di tahun 2022. Kondisi ini tidak lain dipicu oleh kekuatiran global atas invasi Rusia ke Ukraina, mirip dengan kenaikan emas pada pertengahan 2020 yang disebabkan oleh pandemi covid-19.
- Namun kenaikan harga emas tidak berlangsung lama. Dampak invasi Rusia langsung dirasakan secara global dalam bentuk gangguan supplai pasokan, kenaikan harga bahan pangan dan energi yang berujung pada kenaikan inflasi. AS mencapai titik inflasi tertinggi selama 40 tahun lebih, yang memaksa Federal Reserve untuk bersikap agresif dengan menaikkan suku bunga, semakin menambah tekanan pada harga emas. Kondisi yang sama juga dihadapi negara lainnya, terutama di Eropa yang paling terdampak.
- Kemampuan emas sebagai safe-haven dan anti-inflasi terus diuji. Pergerakan harga emas seperti roller coaster merespon kebijakan moneter Federal Reserves, bergerak di kisaran Rp 900.000. Total Federal Reserve telah menaikkan suku bunga 425 basis poin, menjadi 4,25% – 4,5%.
- Emas sempat turun di titik terendah tahun 2022 pada 4 November di level USD 1.616/oz.
- Meskipun Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengingatkan bahwa suku bunga kemungkinan akan tetap tinggi untuk jangka panjang, namun tidak semua investor membeli pernyataan tersebut. Tujuan soft landing dimana perekonomian tidak akan terganggu dengan kenaikan suku bunga, semakin diragukan oleh analis. Banyak tokoh dunia seperti Elon Musk dan Robert T Kiyosaki yang memperingatkan risiko resesi di beberapa tahun depan.
- China, sebagai salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia selama ini terus berjuang menangani covid di negaranya dengan menerapkan kebijakan zero-covid, menyebabkan kegiatan perekonomian belum sepenuhnya pulih.
- Di penutup tahun, emas menunjukkan kinerja terbaiknya dengan peningkatan 13% dari titik terendah dan kembali ke level USD 1.822/oz atau Rp 1.026.000/gram.