Emas Melorot $50, Waspadai Aksi Profit Taking

Resume perkembangan minggu lalu:

  • Harga emas tertekan oleh laporan data ketenagakerjaan bulanan Amerika Serikat (AS) Januari yang lebih kuat dari perkirakan dan memicu aksi ambil untung.
  • Pada Rabu siang waktu AS atau Kamis dini hari waktu Indonesia, The Fed menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bp) ke kisaran 4,5% – 4,75% sebagaimana prediksi pasar.
  • The Fed kembali memperlambat laju kenaikan suku bunga setelah sebelumnya menaikkan 50 bps pada Desember 2022 dan 75 basis pada empat pertemuan sebelumnya.
  • Ketua The Fed, Jerome Powell sebaliknya mengatakan bahwa kebijakan perlu tetap restriktif untuk beberapa waktu dan diperlukan lebih banyak bukti untuk meyakini inflasi telah berada di jalur menuju target 2%.
  • Akibatnya emas kembali tertekan dengan menguatnya greenback. Emas dan dollar memiliki korelasi negatif atau bergerak saling berlawanan. Ketika dolar AS menguat, maka harga emas cenderung tertekan. Sebaliknya, ketika dolar AS melemah, maka harga emas cenderung meningkat.

Baca dan download artikelnya: