Penguatan Sementara Dolar AS DapatMembebani Laju Kenaikan Harga Emas,Mampukah Emas Bertahan?

Resume perkembangan minggu lalu:

  • Pekan terakhir ini, emas dan perak mendapat keuntungan signifikan dari penurunan tajam imbal hasil obligasi, yang pada gilirannya membebani dolar AS.
  • Krisis perbankan yang sedang berlangsung akan terus mendukung emas sebagai aset safe-haven.
  • Setiap rilis data yang mengecewakan atau bahkan sesuai dengan ekspektasi akan mampu mendorong harga emas mencapai rekor tertinggi kembali, ataupun sebaliknya. Investor diperingatkan akan potensi emas telah mengalami overbought.
  • Meskipun libur Paskah namun Biro Statisik Tenaga Kerja AS mengeluarkan rilis Nonfarm payrolls AS bulan lalu yang naik 236.000, sedikit di atas perkiraan konsensus pasar sekitar 230.000. Pada saat yang sama, tingkat pengangguran AS turun menjadi 3,5%, mengalahkan konsensus sebesar 3,6%. Pasar akan merespon data-data tersebut pada pembukaan minggu ini. Kedua data tersebut juga mengindikasikan Federal Reserve mungkin harus menaikkan suku bunga bulan depan.
  • Permintaan emas sebagai safe-haven mulai meningkat. Sejak November 2022 China telah membeli 120ton emas, dengan total cadangan emas saat ini mencapai 2.068 ton. China diperkirakan akan terus meningkatkan cadangan emasnya untuk membangun kredibilitas internasional yuan sebagai mata uang cadangan dunia, bersaing dengan dollar AS.

Baca dan download artikelnya: