
Perang dagang AS China sempat terjadi disepanjang bulan April 2025. Dimana akibat pernyataan dari Donald Trump selaku presiden Amerika Serikat yang membuat kebijakan untuk menaikan tarif impor ke AS. Kebijakan tersebut berpengaruh kepada banyak negara termasuk juga Indonesia.
Dari munculnya kebijakan tersebut, AS sempat menunda pelaksanaan kebijakannya terkecuali untuk China dan memberikan tarif yang tinggi hingga 34%. Untuk melawan kebijakan tersebut, China juga memberlakukan tarif yang sama kepada AS yaitu sebesar 34%. Beberapa hari berikutnya China menaikan hingga 84%, lalu AS menaikan kembali hingga 104%, hingga akhirnya AS dan China sama-sama menaikan tarif hingga 125%.
Dari adanya perang dagang AS China, hal tersebut menyebabkan ketidakpastian ekonomi dunia. Dimana akhirnya menyebabkan runtuhnya harga saham di Indonesia dan naiknya harga emas yang tinggi hingga akhir April.
Naiknya harga emas secara berturut-turut membuktikan bahwa emas menjadi salah satu aset investasi yang menguntungkan. Hal tersebut juga membuktikan bahwa emas memiliki sifat yang anti inflasi dan lindung nilai disaat kondisi ekonomi dunia sedang tidak stabil, serta likuid karena mudah dijual saat dibutuhkan.
Dari keseluruhan peristiwa yang terjadi membuktikan bahwa kondisi geopolitik dan ekonomi global bisa kapan saja berubah. Maka dari itu sangat penting untuk memiliki aset yang tahan terhadap inflasi seperti emas. Cek harga emas harian untuk tahu perkembangannya dengan cara klik disini.
Sumber: Bigalpha