
Memahami Big Bag Theory yang masih cukup asing bagi banyak masyarakat di Indonesia. Sebuah teori yang menjelaskan mengenai fenomena keuangan di masyarakat. Lalu apasih Big Bag Theory secara jelas? Berikut penjelasannya secara ringkas.
Semakin Besar Tas yang Dimiliki, Semakin Kecil Penghasilan yang Dimiliki
Memahami Big Bag Theory secara umum sangat mudah. merupakan istilah yang mengaitkan antara kepemilikan tas dengan penghasilan seseorang. Disini dijelaskan bahwa ada kaitan antara orang yang kebanyakan menggunakan dan memiliki tas besar maka umumnya memiliki penghasilan yang kecil.
Teori tersebut beralasan bahwa wanita yang mengenakan tas besar umumnya membutuhkan ruang yang lebih besar juga untuk membawa banyak sekali barang dalam satu ruang. Hal tersebut dikaitkan dengan umumnya mereka belum memiliki mobil pribadi sehingga menguatkan alasan bahwa mereka “berpenghasilan kecil”. Berbeda dengan wanita yang sudah memiliki mobil pribadi sehingga bisa menyimpan banyak barang bawaan di mobil dan tidak membutuhkan tas yang besar.
Hanya Sebatas Perkiraan
Secara keseluruhan teori tersebut hanya sebatas perkiraan, dimana belum tentu sesuai dengan masing-masing individu. Akan tetapi meskipun teori tersebut masih perkiraan, teori tersebut juga mampu membantu kita dalam mengelola keuangan. Dimana jika kita ingin menjadi bagian kelompok orang yang mengenakan tas kecil dengan kemampuan finansial yang stabil, maka sangat penting untuk kita mampu mengelola keuangan.
Selain berusaha mendapatkan pemasukan jelas kita juga wajib berinvestasi. Banyak sekali instrumen investasi yang bisa dicoba seperti saham, obligasi, atau emas. Investasi emas sangat cocok untuk dicoba bagi kamu yang lebih mengedepankan kestabilan, hal tersebut karena emas memiliki sifat yang anti inflasi, safe haven, dan likuid.
Untuk bisa melihat perkembangan harga emas harian, cek harga emas harian dengan klik disini.
Sumber: Bigalpha