
Prediksi harga emas pekan ini mengalami gejolak hebat setelah serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran memicu kepanikan pasar. Awalnya, harga logam mulia sempat meroket hingga di atas $5.400 per ons, namun momentum tersebut perlahan mendingin. Setelah mencapai titik terendah mingguan di bawah $5.040, emas kini mulai stabil dan memasuki fase konsolidasi di kisaran $5.070 hingga $5.170 per ons.
Fluktuasi tajam ini disebabkan oleh fenomena “sell the news”, di mana investor mengambil keuntungan segera setelah konflik pecah. Meskipun dolar AS menguat dan imbal hasil obligasi meningkat, banyak analis tetap optimis. Mereka menilai bahwa dukungan psikologis di level $5.000 masih terjaga dengan sangat kuat. Dalam jangka menengah, prediksi harga emas diperkirakan akan tetap bullish karena didorong oleh permintaan bank sentral global serta fungsinya sebagai aset aman (safe haven) di tengah ketidakpastian geopolitik.
Para ahli di Wall Street kini terbagi pandangannya; 50% memproyeksikan kenaikan, sementara sisanya bersikap netral atau waspada terhadap koreksi lanjutan. Fokus pasar selanjutnya akan tertuju pada rilis data ekonomi penting Amerika Serikat, seperti laporan inflasi (CPI) dan PDB kuartal keempat. Data-data ini akan menjadi kompas bagi arah pergerakan harga emas berikutnya. Secara teknis, jika emas mampu menembus hambatan di $5.200, peluang menuju rekor baru di $6.000 tetap terbuka lebar.
Cek harga emas ANTAM harian dengan klik disini.
Sumber: Kitco