
Harga emas dunia anjlok pada Rabu (17/9/2025) setelah sempat menembus rekor tertinggi sepanjang masa di US$3.707,40 per troy ounce. Emas spot ditutup melemah 0,82% ke US$3.659,9 per troy ounce, sementara kontrak berjangka AS Desember turun tipis 0,2% ke US$3.717,8.
Harga emas dunia anjlok terjadi setelah pasar mencerna pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell. Ia menyebut pemangkasan suku bunga acuan 25 bps sebagai strategi “manajemen risiko,” sehingga memicu aksi profit taking.
Meski terkoreksi, analis menilai penurunan ini masih sehat selama emas bertahan di atas level teknikal US$3.550. Sepanjang tahun berjalan, emas sudah menguat sekitar 39% berkat pembelian besar-besaran bank sentral, diversifikasi dari dolar AS, serta meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketegangan geopolitik dan perdagangan global.
Optimisme terhadap emas tetap terjaga, dengan Deutsche Bank menaikkan proyeksi harga rata-rata 2026 menjadi US$4.000 per troy ounce. Sementara itu, logam mulia lain turut terkoreksi, dengan perak turun 2,4% ke US$41,510 platinum melemah 2,2% ke US$1.360, dan palladium jatuh 2,6% ke US$1.145,44 per troy ounce.
Harga emas yang turun drastis memang menjadi momentum tepat untuk membeli. Karena kondisi tersebut tidak selalu terjadi. Maka dari itu penting untuk selalu mengetahui perubahan harga emas.
Dapatkan selalu update harga emas terutama untuk produk Emas ANTAM Logam Mulia setiap harinya dengan cara klik disini.
Sumber: investor.id